Koneksi dilakukan dengan menggunakan fasilitas telekomunikasi yang telah ada (di Indonesia disediakan oleh PT. Telkom). Seperti halnya kabel lain, kabel telepon juga sering mengalami beberapa gangguan, yakni: atenuasi, distorsi, dan delay.
Atenuasi adalah berkurangnya energi pada saat sinyal merambat ke tempat tujuannya. Bila atenuasi terlau besar, receiver tidak akan dapat mendeteksi sinyal sama sekali. Untuk mengatasi hal ini, dapat dipasang amplifier dengan tujuan untuk mengkompensasi atenuasi. Namun pendekatan ini hanya dapat membantu saja tetapi tidak pernah mampu memperbaiki sinyal sesuai dengan bentuk asalnya.
Gangguan lainnya adalah distorsi delay. Distorsi ini disebabkan oleh terjadinya perbedaan komponen Fourier yang berjalan dengan kecepatan yang berlainan. Untuk data digital, komponen yang cepat dari satu bit dapat menangkap dan mengambil alih terlebih dahulu komponen yang lambat dari bit, mencampur dua buah bit dan meningkatkan probabilitas penerimaan yang tidak benar.
Gangguan yang ketiga adalah derau, yang merupakan energi yang tidak diharapkan yang dapat berasal dari sumber selain transmitter. Derau thermal disebabkan gerakan acak (random) elektron dalam kabel dan ini tidak dapat dihindarkan. Percakapan silang (cros stalk) disebabkan oleh induksi antara dua kabel yang letaknya saling berdekatan. Kadang-kadang ketika sedang berbicara di telepon, anda mendengar percakapan lain sebagai latar belakang. Itulah yang dinamakan percakapan silang. Terakhir, terdapat juga derau impuls yang disebabkan patok-patok pada kabel listrik atau sebab-sebab lainnya. Bagi data digital, derau impuls dapat menghilangkan satu bit informasi atau lebih.
Berdasarkan pengalaman, pemakaian jaringan LAN yang menggunakan kabel telepon dial-up sering mengalami putusnya koneksi yang diakibatkan oleh gangguan pada kabel transmisi. Masalah ini menjadi semakin rumit karena perbaikan harus menunggu pihak ketiga (dalam hal ini PT. Telkom) yang biasanya memakan waktu yang lama. Masalah ini sebenarnya dapat diatasi dengan cara menyediakan line telepon cadangan, namun ini berarti tambahan biaya yang memberatkan perusahaan. Belum lagi biaya tagihan telepon perbulan yang jumlahnya tidak kecil.
Gambar 4.25 Jaringan LAN menggunakan media transmisi line telepon





