JARINGAN DIGITAL LAYANAN TERPADU
14.1. Pendahuluan1
Kelemahan pada sebuah jaringan komunikasi yang menggunakan sinyal analog adalah jeleknya kwalitas sinyal tersebut karena banyaknya gangguan. Adanya noise tersebut kualitas suara yang melewati sebuah saluran komunikasi menjadi semakin jelek seiring dengan bertambah panjangnya saluran yang dilewati. Kerena pada komunikasi analog, noise sulit dihilangkan maka komunikasi mengarah pada komunikasi digital. Pada komunikasi digital menyediakan berbagai teknik pengkodean sehingga noise dapat ditekan seminimal mungkin atau bahkan dapat diabaikan. Setelah transistor ditemukan pada tahun 1948, dan pene-muan ini sangat mempengaruhi perkembangan komputer.
Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Transistor dalam ba-nyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagianbagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument,
mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC: integrated circuit) di tahun 1958.
Setelah munculnya IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berkurang setengah keping
uang logam mendorong meningkatnya teknologi digital sebagai pilihan terutama pada teknologi komunikasi data.
Dengan berkembangnya teknologiIntegreated Circuit sangat memungkinkan penerapan teknologi komunikasi digital yang memuaskan serta mendorong perusahaan telepon untuk menggantikan saluran analog dengan saluran digital. Hingga sekarang ini telah jarang sekali perusahaan komunikasi telepon yang tidak menggunakan saluran digital. Jaringan ini
juga disebut IDN (Integrated Digital Network).
Jaringan komunikasi IDN yang telah digunakan telah banyak memecahkan masalah yang dihadapi perusahaan telephon terutama menekan noise yang muncul. Dengan meningkatnya kualitas sinyal komunikasi tersebut dan banyaknya informasi yang terkirim jika menggunakan peng-kodean digi-tal menjadikan alasan yang sangat menarik untuk me-ngubah jaringan komunikasi yang tadinya analog menjadi komunikasi telepon secara digital secara keseluruhan dari awal sampai akhir. Evolusi mengenai jaringan komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut:
Bagi para pengguna komputer yang telah bekerja secara digital, hal ini sangat ideal sekali, karena dengan adanya teknologi IDN maka tidak lagi memerlukan modem dan menjamin kecepatan yang lebih tinggi. Pada perusahaan telepon digital juga telah dapat menghindarkan diri dari kehilangan data akibat noise yang hampir tidak ada.
14.2. ISDN
ISDN atau yang sering disingkat dengan Integrated Sevices Digital Network. ISDN merupakan sebuah desain untuk jaringan telepon/telekomunikasi yang semuanya digital. ISDN pada komunikasi data untuk mengirim suara, data, citra, video, dan data apapun yang butuhkan. ISDN juga dirancang untuk menyediakan antarmuka tunggal meliputi hardware dan protokol komu-nikasi pada komunikasi telepon, mesin fax, komputer, video-phone, dan mikrowave.
ISDN juga dapat didefinisikan sebagai pengembangan dari jaringan telepon IDN (Integrated Digital Network) yang menyediakan hubungan digital dari ujung satu pelanggan ke ujung pelanggan lain secara digital untuk proses transformasi informasi dalam bentuk suara, data dan gambar. Konsep ISDN juga dapat diamati dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda: Standar ISDN telah ditetapkan oleh ITU-T, standar tersebut menyatakan prinsip ISDN dari sudut pandang ITU-T, yaitu:
1. Mendukung aplikasi suara dan non-suara dengan menggunakan rangkaian terbatas dari fasilitas-fasilitas yang sudah distandarkan.
2. Mendukung aplikasi switched dan nonswitched.
3. Ketergantungan terhadap koneksi 64-kbps.
4. Kecerdasan dalam jaringan.
5. Arsitektur protokol belapis.
6. Macam-macam Konfigurasi.
ISDN juga telah direkomendasikan oleh ITU dengan kode I.120 ITU-T pada tahun 1993 dimana: Bentuk Utama ISDN adalah mendukung bermacammacam aplikasi suara dan nonsuara pada jaringan yang sama,Elemen kunci integrasi layanan ISDN adalah ketetapan jangkauan layanan jenis-jenis koneksi terbatas dan aturan interface pemakai jaringan multiguna, ISDN mendukung aplikasi koneksi switched dan non-swicthed mencakup koneksi circuit switched dan packet switched, Layanan baru dapat dipraktekkan kedalam ISDN yang disesuaikan dengan koneksi digital switched 64 kbps, ISDN memuat kecerdasan untuk menyediakan bentuk-bentuk layanan, pemeliharaan, dan fungsi-fungsi dalam manajemen jaringan.
pada kecepatan 140 Mbps, hal ini jelas sangat mendukung perkembangan ke arah Information. Sebelum memahami lebih jauh mengenai ISDN yang telah diuraikan diatas, yang perlu diketahui sebelumnya adalah mengenai jaringan telepon. Ada dua bagian pada jaringan telepon yaitu:
Perusahaan Telepon selaku penyedia jasa dan Pelanggan selaku pengguna jasa. Pada sisi pelanggan biasanya terdiri dari sebuah telepon dan beberapa konektor. Sedangkan sisi perusahaan telepon yang menyediakan layanan terdiri dari banyak sekali kawat, serat optik, saklar, komputer dan berbagai alat canggih yang mahal yang digunakan untuk melayani komunikasi data. ISDN akan lebih banyak berhubungan dengan bagian pelanggan. ISDN memperoleh data dari pelanggan untuk disampaikan ke perusahaan telepon dengan cara tertentu. Bagaimana ISDN membawa data dari pelanggan ke perusahaan telepon sepenuhnya adalah urusan ISDN. Ini merupakan konsep penting yang sederhana. Jika kita memahami ini maka boleh dikatakan bahwa “SONET adalah jaringan telepon modern masa depan” maka dapat juga diketahui bahwa apa yang dibicarakan yaitu mengenai hal-hal yang terjadi di dalam perusahaan telepon atau di antara beberapa perusahaan telepon. Sehingga pernyataan mengenai ISDN sebagai jaringan telepon modern masa depan juga tetap benar, khususnya bila yang dimaksud adalah B-ISDN. bedanya ialah B-ISDN untuk bagian pelanggan sedangkan SONET untuk bagian perusahan
telepon. Perkembangan jaringan telekomunikasi menuju ISDN dapat digambarkan sebagai berikut:
14.3. Arsitektur Broadband
ISDN (B-ISDN) B-ISDN sangat berbeda dengan narrow band ISDN khususnya dalam beberapa hal. Untuk memenuhi kebutuhan komunikasi video resolusi tinggi, kecepatan data yang lebih tinggi di butuhkan komununikasi dengan kecepatan data sampai orde 150 Mbps. Agar supaya dapat secara simulatan mendukung satu atau lebih servis interaktif dan servis terdistribusi, total subscriber line rate yang dibutuhkan sekitar 600 Mbps. dalam istilah ini, sistem telepon yang terpasang sekarang menuntut data rate yang sangat besar supaya dapat dipenuhi dipenuhi.
Satu-satunya teknologi yang tepat untuk penyebaran data rate seperti itu adalah dengan menggunakan fiber optik sebagi media transmisinya. Hal ini menyebabkan penggunaan B-ISDN tergantung pada langkah pengenalan dari teknolgi fiber optik. Pada internal jaringan juga ditemui adanya satu masalah yaitu masih menggunakan teknik switching yang digunakan. Fasilitas switching hanya mampu menangani range yang lebar serta dengan bit rate yang berbeda dan parameter trafic. Meskipun peningkatan kemampuan hardware
switching dan peningkatan dari penggunaan fiber optik, sangat sulit untuk menangani permintaan yang besar yang berbeda-beda dari B-ISDN dengan menggunakan teknologi switching. Hal ini dapat juga dikatakan bahwa teknologi jaringan internal juga harus berubah. Maka dengan adanya adanya masalah ini perlu peningkatan kebutuhan dalam beberapa tipe dari fast packet switching yang menjadi dasar teknik switching bagi B-ISDN.
Bentuk switching semacam ini telah mendukung pengguna baru interface protokol jaringan yang dikenal dengan ATM. Seperti halnya narrow band ISDN, maka B-ISDN juga menggunakan kontrol yang didasarkan pada signaling kanal. Dalam jaringan, SS7 yang telah diperbaiki untuk mendukung kemampuan yang telah di perbesar dari network kecepatan tinggi dan akan digunakan. Hampir sama pula, signaling kontrol dari pengguna jaringan akan mempergunakan versi yang diperbaiki dari I.451/ Q.931. B-ISDN tentunya harus mendukung pelayanan transmisi 64kbps yang masih menggunakan paket switching maupun circuit switching yang di support oleh narrow band ISDN.
14.4. Struktur Transmisi
ISDN menyediakan rate data pengiriman tranformasi untuk pelanggan B-ISDN serta pelayanan transmisi telah dijelaskan, dimana yang pertama terdiri dari full duplex 155.52 Mbps. Kedua pelayanan yang didefinisikan adalah asimetrik, menyediakan transmisi ke pelanggan ke network pada rate 155.52 Mbps dan dalam arah lain 622.08 Mbps, serta kapasitas tertinggi dari layanan didefinisikan pada 622.08 Mbps full duplex.
Data rate 155.52 Mbps tentu saja sudah dapat men-dukung servis narrow band ISDN, dimana hal ini telah siap untuk mendukung satu atau lebih basic atau primer rate interface. Hal ini juga dapat mendukung sebagian besar dari B-ISDN. Pada rate tersebut salah satu atau beberapa kanal video dapat didukung, tergantung pada resolusi video dan teknik coding yang digunakan, sehingga pelayanan full duplex dengan kecepatan 155.52 Mbps ini mungkin akan menjadi pe-layanan B-ISDN yang paling umum.
Kecepatan transfer data yang lebih tinggi, dengan kecepatan 622.08 Mbps diperlukan untuk menangani distribusi banyak data video, hal ini diperlukan ketika akan digunakan video conference yang dilakukan secara simultan. Data rate ini masuk akal dalam arah network ke pelanggan. Pelanggan biasa tidak akan memulai servis distribusi ini sehingga
masih dapat menggunakan kanal dengan bit rate yang lebih rendah. Pelayanan komunikasi full duplex 622.08 Mbps sangat cocok untuk provider yang menyediakan distribusi video.
Untuk B-ISDN dapat diasumsikan bahwa transfer informasi melalui user-network interface akan menggunakan apa yang dikenal dengan ATM. ATM adalah, dalam esensi, sebuah bentuk dari transmisi paket melalui usernetwork interface dalam cara yang sama dengan X.25. Perbedaan antara X.25 dan ATM adalah X.25 menyertakan signaling kontrol pada kanal yang sama dengan transfer data, dimana ATM menggunakan kanal signaling bersama. Perbedaan lainnya adalah paket X.25 yang berbeda-beda panjangnya,
sedangkan paket ATM adalah tetap ukurannya, yang direferensikan sebagai cell. Keputusan untuk menggunakan ATM untuk broadband ISDN dalah sangat tepat. Ini mengimplikasikan bahwa B-ISDN adalah network dengan packet base, dalam arti bahwa interface dan internal switching. Meskipun direkomendasikan bahwa B-ISDN akan mendukung aplikasi circuit mode, ini akan dilakukan melalui mekanisme transport paket base.
Sehingga ISDN merupakan awal dari revolusi dari circuit switching menjadi paket switching network.
14.5. Antarmuka Akses Yang Tersedia
Hal ini juga sering disebut dengan antarmuka akses sebagai layanan yang disediakan oleh sebuah perusahaan telepon. Tetapi hal ini harus hati-hati menggunakan kata layanan dengan ISDN karena ia berarti halhal seperti audio, video, dan lainlain. Hal yang akan peroleh dari perusahaan telepon berkaitan dengan layanan adalah data dengan bermacam-macam tingkat kecepatan dan berbagai kombinasi dari saluran yang terpisah serta data dan signalling, dimana hal ini adalah antarmuka akses. ISDN didesain pada saluran 64 Kbps. Angka ini di-peroleh dari fakta bahwa kece-patan data sebaiknya pada level yang sama dengan sampling saluran analog (8000 sampling per detik dengan 8 bit tiap sampel). ISDN menggunakan kombinasi dari saluran-saluran 64 Kbps ini dan juga saluran 16 Kbps untuk signalling. Saluran 64 Kbps dinamakan saluran B, sedangkan saluran16 Kbps disebut saluran D. Penamaan lebih lengkap untuk saluran-saluran tersebut adalah:
Saluran A ( dengan A singkatan Analog), Saluran B (dengan B singkatan Binary), Saluran D untuk signalling.
Ada dua macam antarmuka yang sering digunakan, yaitu: Antarmuka kecepatan dasar, untuk penggunaan di rumah-rumah serta antarmuka kecepatan primer, untuk penggunaan di bidang bisnis. Antarmuka kecepatan dasar dirancang untuk mengirim informasi yang dikirim ke rumahrumah melalui kabel tembaga. Perusahaan telepon telah menyediakan saluran 160 Kbps untuk antarmuka ini, sehingga dapat digunakan dua saluran B dan sebuah saluran D dan masih memiliki 16 Kbps untuk overhead (meliputi data framing, maintenance, dan control).
Secara garis besar saluran ISDN dibagi menjadi dua yaitu:
Kecepatan dasar
Terdiri dari 2 kanal B dan 1 kanal D dalam sebuah frame BRI (basic rate interface)
Kanal: B1 D B2 D
B1 D B2 D
Jumlah bit: 8 1 8 1
8 1 8 1
Kecepatan primer
Berisi 30 kanal B dan 2 kanal D
14.6. Model Referensi ISDN
Koneksi fisik antara TE dan NT membutuhkan: 2 pasang kawat untuk transmisi arah forward dan backward, 2 kawat untuk pasokan daya dari power supply ac atau dc lokal serta 2 kawat untuk distribusi daya dari NT ke TE. Untuk memperjelas ilustrasi mengenai model referensi akses ISDN dapat dilihat dalam gambar 14.7. Untuk lebih jelasnya maka dapat dijelaskan hal-hal di bawah ini :
TE1 (Terminal Equipment 1):
terminal dirancang untuk ISDN Terminal dg kemampuan protokol yang relevan dengan interface pada titik referensi S & T dan dapat dihubungkan langsung ke sistem passive bus NT. Contoh: Telepon ISDN; Video phone.
TE2 (Terminal Equipment 2):
terminal nonISDN, ISDN via TA
Terminal yang tidak dilengkapi dengan protokol ISDN dan hanya dapat dihubungkan ke NT dengan bantuan terminal adapter.
Contoh: Telepon konvensional ( terminal a/b ) Terminal X-25.
NT1 (Network Terminal 1):
Melakukan fungsi layer 1 OSI menyediakan fungsi-fungsi yang ekivalen dg fungsi layer 1 model OSI, memastikan bahwa TE secara pisik & elektrik sesuai dengan jaringan akses sentralisasi pemeliharaan.
Contoh: titik terminasi fisik 2 kawat ke 4 kawat.
NT2 (Network Terminal 2):
Melakukan fungsi layer 2 OSI) Menyediakan fungsi-fungsi yang ekivalen dengan layer 2 dan layer di atasnya. Contoh :
PABX; LAN
LT (Line Termination):
merupakan terminasi saluran pelanggan di sentral. Titik terminasi antara jaringan akses dengan sentral ISDN. LT dapat membentuk fungsi-fungsi seperti NT, test loop, pembangkitan sinyal dan konversi kode.
14.7. Perangkat Keras (Hardware)
Hardware merupakan lapisan pertama (lapisan fisik) dari S/T bus. Lapisan fisik mendefinisikan secara fisik, seperti fisik jaringan yang didesain meliputi pengkabelan, konektor, power,dan lain-lain. ISDN menggunakan jack telepon standar dengan bit yang lebih lebar. ISDN menggunakan jack 8 pin yang bekerja pada 4 kawat. CPI didasarkan
pada sistem 4 kawat ini, yaitu 2 kawat untuk transmisi dan 2 kawat lagi untuk menerima. Kawat ini biasanya merupakan kawat tembaga.
Jika menggunakan ISDN dengan sebuah piranti maka konfigurasinya tersebut dinamakan konfigurasi point to point. Tetapi kebanyakan ISDN dipakai untuk beberapa devais seperti yang terlihat pada gambar di atas. Hal inilah yang dinamakan dengan konfigurasi multipoint. Masalah power juga perlu diperhatikan karena power pada ISDN berbeda
dengan power pada sistem telepon yang lama. Pada sistem telepon analog, perusahaan telepon yang menyediakan power, sehingga bila listrik di rumah padam, saluran telepon tetap aktif. Dengan ISDN diperlukan tambahan power dan masingmasing piranti dan memperoleh power tersebut dari dari NT1.
14.8. Pesawat Telepon Digital
Hal yang perlu dipelajari dalam ISDN adalah telephone digital. Hal ini dikarenakan telephone analog tidak dapat bekerja dengan menggunakan telephone analog. Bagian-bagian yang penting pada telephone digital dapat dijelaskan fungsinya seperti di bawah ini :
1. ISDN Interface Circuit with Layers 1 and 2 Protocol
Controller
Berfungsi untuk melakukan fungsi layer 1 antara lain terminasi dari saluran melalui kopling induktif (transformator) dan memberi catuan, melakukan fungsi Layer 2, yakni dengan menggunakan protokol LAPD, serta memilih kanal B yang akan digunakan
2. Digital Telephone Controller Berfungsi untuk melakukan fungsi protokol Layer 3 dan Mengontrol keseluruhan elemen fungsional dalam pesawat telepon digital.
3. Man-machine Interface Controller.
Berfungsi untuk mengontrol jalur speech termasuk proses CODEC sinyal suara, me-ngontrol sinyal-sinyal digit dari Keypad dan mengontrol pe-nampilan angka-angka dalam display dan mengontrol sinyal-sinyal nada/dering berdasar-kan sinyal message yang diterima.
14.9. Hal yang berkaitan dengan ISDN
14.9.1. Number Identification Supplementary Service
Direct Dialing In (DDI) :
Pengguna dapat langsung berkomunikasi dengan pengguna lain dalam suatu PABX ISDN atau sistem jaringan pribadi tanpa melalui operator PABX.
Multiple Subscriber Number (MSN) :
Adanya beberapa nomer ISDN (multiple) pada sambungan pelanggan BRA, max 8 nomer telephone yang berbeda.
Calling Line Identification Presentation (CLIP) :
Menampilkan nomor telephone pemanggil pada terminal ISDN yang dipanggil.
Calling Line Identification Restriction (CLIR) :
Mencegah ditampilkannya nomer telepon ISDN pemanggil pada terminal ISDN yang dipanggil
COnnected Line identification Presentation (COLP):
Menampilkan nomer telephone ISDN dari terminal yang terhubung pada terminal ISDN pemanggil.
COnnected Line identification Restriction (COLR)0 :
Mencegah ditampilkannya nomer telephone ISDN dari terminal yang terhubung pada terminal ISDN pemanggil.
Malicious Call Identification (MCI) :
Pelayanan yang memungkinkan seorang untuk meminta identifikasi panggilan yang diterimanya.
Sub-addressing (SUB) :
Memungkinkan SUB untuk memperluas kapasitas penomoran pada satu nomor ISDN yang diberikan oleh operator.
14.9.2. Call Offering
Supplementary Service
Call Transfer (CT)
Memungkinkan pengguna untuk memindahkan panggilan yang datang atau pemanggilan ke arah luar atau panggilan konferensi tertentu ke fihak ketiga. Panggilan yang dipindahkan harus sdh tertentu hubungan ujung ke ujungnya sebelum pemanggilan tersebut dipindahkan.
Call Forwarding Busy (CFB) :
Pelayanan yang memungkinkan pelanggan yang tak dapat menjawab panggilan karena sibuk sehingga mengalihkan panggilan tersebut ke answering service, nomer pelanggan lain yang ditunjuk, announcement.
Call Forwarding No Reply (CFNR):
Pelayanan yang memungkinkan pelanggan bila tak mau menjawab panggilan akan dialihkan panggilan ter-sebut ke answering service, nomer pelanggan lain yang ditunjuk, announcement
Call Forwarding Unconditional (CFU):
Pelayanan yang diberikan memungkinkan pelanggan yang tak mau menjawab panggilan tanpa suatu syarat untuk mengalihkan panggilan terse-but ke answering service, nomor pelanggan lain yang ditunjuk, announcement
Multiple Access Line Hunting (MA/LH):
Seleksi otomatis suatu saluran bebas dr suatu bundel saluran yang melayani pelanggan atau penerimaan suatu panggilan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut
14.9.3. Call completion
Supplementary Service
Call Waiting (CW) :
Memungkinkan pelanggan untuk mengidentifikasi panggilan masuk lainnya pada saat sedang melakukan komunikasi.
Call Hold (CH)
Suatu hubungan dapat digenggam (tanpa pemutusan hubungan). Ini artinya panggilan yang lain dapat dijawab atau setup.setelah selesai panggilan yang digenggam dapat dilanjutkan.
14.9.4. Charging Supplementary Service
Advice of Charge Set-up (AoC-S)
Selama hubungan terjadi jaringan ISDN dapat menyediakan informasi tentang biayabiaya menyangkut hubungan tersebut saat sedang terjadi pembangunan hubungan.
Advice of Charge During (AoC-D)
Selama hubungan terjadi jaingan ISDN dapat menyediakan informasi tentang biayabiaya menyangkut hubungan tersebut saat sedang berlangsung hubungan tersebut.
Advice of Charge End (AoC-E)
Selama hubungan terjadi jaringan ISDN dapat menyediakan informasi tentang biayabiaya menyangkut hubungan tersebut saat hubungan baru selesai dilakukan.
Additional Information Transfer Supplementary Service
User to User Signaling (UUS) :
Memungkinkan pengguna ISDN untuk mengirim/menerima informasi dalam jumlah terbatas ke/dari pengguna ISDN lain melalui kanal pensinyalan (kanal D).
14.10. Penerapan ISDN dalam jaringan LAN
Karena beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh ISDN, sekarang ini jaringan LAN maupun multimedia PC work group sudah banyak menggunakan ISDN.
Selain itu ISDN juga diterapkan file transfer, Web searching, maupun PC based Video conference, file sharing, dan lain sebagainya
sumber :www.crayonpedia.org








